Sunday, 05 September 2010
 
 
Pelatihan WASH PDF Print E-mail

Pelatihan WASH (Water,Sanitation,Hygiene) Bagi Tim Pengelola Air Bersih Islamic Relief , Banten 5 Januari 2009 .

Sebagian besar masyarakat Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak, yang merupakan bagian dari wilayah Propinsi Banten sudah sejak lama merasakan kesulitan dalam mendapatkan air bersih. Keseharian masyarakat apabila musim kemarau tiba, rata-rata mereka hanya sanggup bertahan 1-2 bulan saja untuk memanfaatkan sumur timba umum, sumur sawah dan  sumur wasiat yang ada di masing-masing kampungnya. Setelah itu masyarakat mulai berkeliling mencari sumber air seadanya. Sebagian besar warga memanfaatkan air sungai, walau terkadang ada juga yang tetap memanfaatkan sumur timbanya yang mulai dangkal, sehingga untuk mendapatkannya harus menunggu berjam-jam bahkan saling rebutan diantara warga. Sewaktu-waktu turun hujan warga masyarakat memanfaatkan air hujan dengan cara menampungnya ke bak-bak air mereka. Kondisi demikian telah lama dirasakan oleh masyarakat bahkan sudah turun temurun dari generasi ke generasi.

Image Image

Islamic Relief Indonesia (IRI) sebagai lembaga kemanusiaan yang berada di Banten, mendapatkan tantangan yang luar biasa agar bagaimana masyarakat bisa dekat dengan sarana air bersih yang memadai tanpa harus mengakses air ke tempat-tempat yang jauh, curam, licin dan berbahaya bagi keselamatannya. Meski sejak tahun 2004 IRI sudah bekerja bersama-sama masyarakat, khususnya melalui program pengadaan sarana air bersih, namun ini belum dirasakan cukup untuk menjangkau daerah-daerah pinggiran yang sulit air, baik di Kab. Serang maupun Lebak. Alhamdulillah, pada tahun 2008 ini IRI diberikan mandat sekaligus kepercayaan untuk melaksanakan penyedian air bersih dalam bentuk kerjasama dengan masyarakat. Sebanyak 30 titik air bersih telah dibangun bersama masyarakat tersebar di dua kabupaten yaitu Kab. Serang sejumlah 15 titik air dan Kab. Lebak sejumlah 15 titik air. Standarisasi penyediaan air di masyarakat telah dilakukan sesuai Panduan Program Pengadaan Air Bersih yang dikeluarkan IRI. Dari mulai sosialiasi program di masyarakat, penyiapan proposal dari masyarakat, pelaksanaan penge-bor-an sampai monitoring telah berjalan sesuai harapan.  Namun untuk menjamin bahwa sarana air bersih yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat secara berkelanjutan, maka diperlukan keahlian untuk melakukan pemeliharaan, terutama untuk pemeliharaan mesin pompa. Untuk itu kepada masyarakat, khususnya tim pengelola air (TPA) yang sudah terbentuk diberi pengetahuan dan pelatihan yang cukup tentang masalah-masalah teknis yang sering muncul berkaitan dengan mesin pompa yang dipergunakan. Selain itu, mereka juga dibekali tata cara pembukuan, sistem pertanggung jawaban keuangan kepada masyarakat, projeksi pengeluaran dan pemasukan iuran serta tata cara pengumpulan dana dari para pengguna air.  Agar program  pengadaan air bersih antara masyarakat dan IRI ini bisa berlanjut sesuai harapan pemberi bantuan, maka salah satu yang harus dilakukan adalah penyadaran dan pengembangan pengetahuan pengelolaan sarana air bersih dan pemeliharaan mesin melalui praktek dan latihan kepada Tim Pengelola Air di masing-masing titik air. Pelatihan Tim Pengelola Air ini akan dilaksanakan pada haru Kamis tanggal 5 Pebruari 2009 bertempat di Kantor IRI Banten.  Adapun tujuan dari pelatihan WASH ini adalah:·        Terciptanya keberlanjutan program sarana air bersih di masyarakat sasaran·        Tim Pengelola Air dapat menjaga, memelihara, dan mentatasi masalah umum pada mesin serta memanfaatkan sarana air bersih beserta peralatan pendukungnya secara maksimal dan berkesinambungan ·        Tim Pengelola Air mampu menghimpun dana air dari masyarakat sekaligus mengelola dana tersebut secara transparan dan bertanggungjawab Dengan hasil yang diharapkan:Peserta mampu: ·        memahami sistem perawatan fasilitas sarana air bersih, sistem suplai air ke masyarakat dan memahami efektifitas penggunaan/pemanfaatan air·        memahami kompenen mesin air jenis Wasser 505 dan Wasser 380 serta mampu merancang bangun mesin Type diatas ·        menemu kenali permasalahan umum terkait dengan sarana air bersih serta mampu menangani permasalahan khusus pada komponen mesin air dan instalasi pipa air·        mengoptimalkan sistem pengelolaan keuangan yang bersumber dari, oleh dan untuk masyarakat secara transparan dan bertanggung jawab. Dalam pelatihan ini digunakan metode :·        Pendidikan Orang Dewasa (POD): Penjelasan, Diskusi dan Tanya jawab serta berbagi pengalaman·        Latihan dan Praktek: membuka dan memasang mesin, memahami komponen mesin, dan mampu menangani sendiri permasalahan yang terjadi pada komponen mesin dan instalasi pipa air  Secara umum materi training terdiri dari :Aspek Pengetahuan, yaitu
  1. Pengetahuan tentang sistem pengeboran air (Alat bor, struktur lapisan tanah, Mesin jet-pump, instalasi pipa, ketersediaan listrik, debit air dll)
  2. Keberlanjutan, yaitu optimalisasi partispasi masyarakat  dan transparansi;
  3. Optimalisasi Pengelolaan dana masyarakat (mekanisme pengimpunan, penggunaan, pembukuan dan pelaporan)

  Image   Image

Aspek Keterampilan, yaitu

  1. Pengetahuan tentang sistem pengoperasian mesin air (amper meter, debit air, dan sistem buka tutup kran air)
  2. Masalah-masalah yang terjadi dengan mesin air dan cara penanganannya
  3. Masalah instalasi pipa (sambungan-sambungan diantara pipa, kran air dan masalah kemacetan laju air)
  4. Masalah pengeluaran keuangan untuk spare parts mesin dan komponen lainnya
  5. Manajemen keuangan praktis
 Aspek Kebiasaan/sikap perilaku, yaitu
  1. Efisinsi dan efektifitas pemanfaatan air oleh warga masyarakat
  2. Praktek cuci tangan dan kebersihan diri serta lingkungan (lingkaran/siklus penyakit, BAB tertutup dan terbuka
 Dalam pelatihan ini peserta terdiri dari 30 orang anggota WMC binaan Islamic Relief tersebar di Kab. Serang dan Kab. Lebak   Dengan fasilitator , Bapak. Nanang S. Dirja (IRI PC), sdri.Sri Yuanti (IRI Finance Officer), sdr. Pipik Ali Adami (Field Officer IR Banten), sdr.Komarudin (Field Officer IR Banten), sdr.Rt. Ina Hasanah (Field Officer IR Banten) dan Bapak H. Aceng Mastuni (Prakktisi Pengeboran Sumur Dalam/Vendor)   
 
< Prev   Next >